aktif, anda, badan, bahan, bergairah, bisnis, bogor, bos, catering, cucian, dalam, dan, dasar, deng

aktif, anda, badan, bahan, bergairah, bisnis, bogor, bos, catering, cucian, dalam, dan, dasar, deng
Pulsa Aktif, Kiat Sukses Bisnis

Melirik Peluang Untuk Mendapatkan Penghasilan Sampingan diluar Kerja Tetap, Buka Usaha Sendiri

PENDAPATAN TAMBAHAN DENGAN USAHA SAMPINGAN


Bekerja nine to five sudah tidak asing lagi karena merupakan suatu kebiasaan tersendiri serta rutinitas bagi masyarakat urban seperti di kota besar. Bangun pagi, terjebak macet, berusaha tiba sampai tujuan (kantor) tepat waktu, dan pulang sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Belum lagi, mungkin Anda tidak puas dengan penghasilan yang Anda dapatkan. Atau mungkin saja Anda masih punya banyak waktu luang setelah pekerjaan utama? Bila Anda merasakan hal itu, kenapa anda tidak mencoba memikirkan untuk membuka usaha sendiri dengan tidak mengganggu pekerjaan utama?

Memang ada beberapa cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan, seperti misalnya bekerja pada orang lain, bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian, membuka usaha sampingan, atau melakukan investasi. Dari semua itu, membuka usaha sampinganlah yang merupakan salah satu cara terbaik dalam rangka mendapatkan penghasilan tambahan. Apa pun jenis usaha sampingan tersebut, yang pastinya akan memberi banyak manfaat. Sebab dengan Anda memiliki usaha sampingan, banyak hal-hal yang Anda dapatkan, paling tidak Anda bisa menjadi bos untuk diri sendiri.

Coba anda bayangkan seandainya usaha ini makin lama makin berkembang, Anda bisa pastikan untuk memilih berkonsentrasi di usaha Anda sendiri atau bisa juga menyerahkan pengelolaannya pada orang lain yang Anda anggap mampu. Sehingga Anda memiliki banyak waktu luang untuk diri Anda sendiri, sementara pendapatan terus mengalir ke rekening. Jadi, usaha sendiri bisa memberikan Anda kebebasan waktu dan uang. Nah, enak bukan? Coba Anda bandingkan jika Anda bekerja pada orang lain jelas Anda harus mengikuti jam kerja yang disyaratkan. Sedangkan bekerja sendiri dengan mengandalkan keahlian, biasanya Anda bisa menentukan waktu kerja Anda sendiri, tapi tetap saja Anda akan sibuk.

Bila usaha sampingan tersebut Anda jalankan dengan sungguh-sungguh, tentu bisa jadi memberikan pendapatan yang sama bahkan bisa lebih besar dibandingkan dengan Anda bekerja dan mendapatkan gaji. Pada prinsipnya di sini adalah apa pun usahanya, kalau Anda jalankan dengan sungguh-sungguh, hasilnya pasti bisa besar.

"Dengan Anda punya usaha sampingan, Banyak hal-hal yang Anda dapatkan, paling tidak Anda Bisa menjadi bos untuk diri sendiri dengan Anda punya usaha sampingan, banyak hal-hal yang Anda dapatkan, paling tidak Anda Bisa menjadi Bos untuk diri sendiri".

Mungkin pada awalnya tidak akan selalu berjalan lancar, maklum namanya juga usaha. Penghasilannya juga mungkin belum seberapa. Tapi itu wajar karena mungkin usaha Anda tersebut belum dikenal banyak orang. Namanya juga masih baru. Pelan tapi pasti, seiring dengan makin dikenalnya usaha Anda, sudah tentu usaha tersebut akan mulai tumbuh dan berkembang, sehingga hasil yang Anda dapatkan makin besar pula.

Yang terpenting, orang harus mengenal terlebih dulu usaha Anda, apa pun usaha itu. Apakah itu usaha katering, apakah itu usaha jahitan. Di sini tahap pengenalannya pun bisa memakan waktu satu tahun, dua tahun, atau bahkan hanya beberapa bulan saja, tergantung bagaimana Anda mempromosikannya. Setelah usaha Anda kenal konsumen, barulah kemudian Anda mempertahankan kualitas produk. Jika konsumen tidak suka sekali, maka mereka akan kapok membeli produk Anda, apa pun jenisnya. Karena itu, Anda juga harus tetap menjaga kualitas produk agar sesuai keinginan konsumen.

Jadi, jika sebelumnya Anda berpikir bahwa merintis usaha sendiri sama mudahnya dengan membalikkan telapak tangan, Anda salah besar. Karena pada awalnya, justru Anda harus terlibat penuh dalam usaha tersebut, seperti merancang sistemnya, mengatur siapa saja orang-orang yang akan membantu, bagaimana usaha itu bisa berjalan, bagaimana memasarkan, dan lain sebagainya.
Setiap usaha rumah tangga memiliki banyak keuntungan daripada usaha lain yang mengharuskan Anda menyewa tempat usaha. Bahkan memulai usaha rumah tangga ini tidak membutuhkan banyak pengeluaran tambahan, karena Anda dapat memangkas biaya sewa tempat. Hal ini berarti bahwa lebih banyak uang dari hasil pendapatan masuk ke kantong Anda.

Selain itu, dengan membuka usaha sampingan ini Anda tidak harus meninggalkan pekerjaan tetap. Anda dapat melanjutkan usaha sampingan, tanpa harus mengganggu pekerjaan sekarang. Hitung-hitung, Anda nantinya akan punya pendapatan yang doubel, kan? Awal-awalnya, bisa saja pendapatan dari usaha Anda masih kecil jika dibandingkan dengan gaji dari pekerjaan Anda. Tapi lama kelamaan, seiring dengan makin dikenalnya usaha Anda, usaha Anda akan makin maju, dan penghasilan dari usaha Anda siapa tahu akan meningkat serta bisa menyamai bahkan melebihi gaji Anda sekarang?

Kemudian, siapa tahu juga pendapatan usaha Anda bisa meningkat lagi dan melebihi gaji Anda? Buat Anda yang menjadi ibu rumah tangga dan hanya suami yang bekerja, mungkin bisa lebih enak lagi. Anda merintis usaha Anda, sementara suami Anda tetap mendapatkan gaji dari pekerjaannya. Masing-masing dari Anda Suami Istri sekarang mendapatkan penghasilan tambahan bagi keluarga. Bukan begitu?

Hanya saja, untuk merintis usaha sampingan ini, Anda harus siap meluangkan waktu yang ada. Bagi Anda yang menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga, Anda harus siap menyisihkan waktu sekitar kurang lebih 4 jam setiap harinya untuk mengurus usaha baru Anda tersebut. 

Sedangkan bagi Anda yang juga bekerja di kantor, mungkin bisa menjalankan usaha sampingan tersebut pada malam hari atau pada saat hari libur kantor. Jadi jangan kaget jika nanti Anda mungkin lebih capek dari biasanya. Anggap saja ini sebagai bagian dari konsekuensi Anda. Bagaimana mungkin menjalankan dua pekerjaan sekaligus tanpa rasa capek? Kita kan juga manusia. Ingat pepatah, berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Jadi bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian, betul kan?

Alangkah baiknya jika suami atau istri Anda ikut membantu. Dukungan dari mereka ini sangat penting artinya. Banyak pula kasus usaha rumahan yang gagal karena tidak adanya dukungan dari suami atau pun istri. Bukankah lebih mengasyikkan jika suami-istri bekerja sama membangun usaha keluarga? Kalau perlu libatkan pula anak Anda, tentu saja jika umurnya sudah mencukupi.

Banyak pula orang yang kurang percaya diri untuk memulai usaha ini karena merasa tidak mengenyam sekolah tinggi. Pandangan seperti ini tidaklah benar. Bahkan mungkin Anda pun pernah mendengar dan melihat sendiri bahwa ada orang yang berhasil membangun usahanya dari nol, meski tidak memiliki ijazah perguruan tinggi. Karena di sini resepnya adalah ketekunan dan motivasi untuk bisa berhasil. Belajar tidak harus ditempuh melalui sekolah, kan? Anda bisa belajar dari buku, pengalaman sendiri atau pun orang lain. Jadi tunggu apalagi? Mulailah dengan niat dan tekad yang kuat untuk membuka usaha sampingan yang sekiranya cocok dengan keahlian Anda.

Jika punya hobi, misalnya melukis, bisa jadi pelukis, dan lukisan itu bisa dijual di galeri. Bagi yang hobi senam aerobik atau body language, bisa membuka studio senam. Atau jika Anda senang memasak, tak ada salahnya mencoba mengkomersialkan masakan Anda di sekitar lingkungan tempat tinggal. Begitu pula jika Anda suka menjahit, cobalah terlebih dahulu mendesain baju sendiri atau baju si kecil. Nah, pada waktu Anda mengenakan baju tersebut di arisan RT, siapa tahu ada yang naksir dan Anda pun bisa menerima order jahitan.

Jadi sebenarnya apa pun hobi Anda, jika memang itu berpotensi kenapa tidak dikembangkan? Biasanya dari iseng-iseng itulah akhirnya justru menjadi usaha utama yang mampu menghidupi banyak orang sekaligus dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga. Bahkan jika memungkinkan Anda pun harus rela meninggalkan karir di kantor ketika pada suatu hari nanti usaha sampingan tersebut semakin berkembang sehingga membutuhkan penanganan yang lebih serius. Kalau sudah begitu, tentu saja Anda akan merasakan lebih nikmat menjadi raja kecil ketimbang menjadi buruh di perusahaan besar. Hanya saja, agar usaha yang akan dijalankan tidak sia-sia, ada baiknya pastikan dulu pasarnya. Dengan begitu, Anda tidak hanya jeli mencari peluang usaha, tapi juga mampu menciptakan pasar.

"Biasanya dari iseng-iseng itulah akhirnya Justru menjadi usaha utama yang mampu menghidupi banyak orang sekaligus dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga".

Selain berangkat dari hobi, keterampilan tertentu juga bisa dijadikan peluang usaha. Terampil di bidang elektronika misalnya, bisa membuka usaha reparasi dan maintenance alat-alat elektronik. Ahli di bidang komputer bisa membuka usaha software dan hardware. Terampil di mesin, bisa memulai usaha dari servis motor atau mobil.

Bahkan jika perlu, tingkat pendidikan Anda pun juga bisa menjadi peluang usaha dengan pengembangan profesi. Misalnya, sarjana matematika membuka kursus matematika. Sarjana Sastra Inggris memulai usaha dengan membuka kursus bahasa Inggris. Kalau saja Anda lebih jeli, sebenarnya peluang usaha itu bisa didapat darimana pun. Entah itu berawal dari hobi, keahlian atau keterampilan khusus yang bisa Anda jual. Masalahnya di sini adalah apakah Anda berani menjadikan keahlian atau keterampilan yang Anda miliki itu untuk bisa dijual kepada khalayak?

Dan yang juga perlu diingat adalah ternyata modal bukanlah segala-galanya, karena kesuksesan sebuah usaha bukan ditentukan oleh besar kecilnya modal yang dikeluarkan. Tapi, modal yang lebih penting dari semuanya yaitu semangat untuk mencari penghasilan tambahan di sekitar Anda.

Sekarang, apa Sih yang harus Anda perhatikan bila ingin membuka usaha sampingan?


Tentukan lebih dulu, bidang usaha macam apa yang ingin Anda jalankan. Apakah kita akan menjalankan usaha yang masih jarang atau belum banyak dilakukan orang lain, atau usaha yang telah banyak dilakukan orang lain. Kedua macam jenis usaha ini tentu akan berbeda strateginya. Jika Anda berniat membuka usaha yang masih jarang dilakukan, Anda akan menghadapi keragu-raguan orang lain. Tapi itu bukan berarti Anda tidak akan sukses. Tidak ada salahnya jika Anda mencoba mengembangkan kreativitas yang tidak lazim dan unik, agar bisa dijadikan peluang usaha. Sebaliknya, jika Anda akan memulai jenis usaha yang telah banyak dilakukan juga dapat menimbulkan keragu-raguan mengingat banyaknya pesaing. Misalnya, dengan banyaknya ibu-ibu rumah tangga yang ragu membuka usaha pesanan kue, karena di sekitarnya sudah banyak yang melakukannya.

Strategi yang harus dijalankan di sini adalah memikirkan apa yang dapat menjadi kelebihan atau ciri khas produk Anda, misalnya brownis kukus atau serabi. Ingat, pelanggan cenderung bertambah percaya jika usaha tersebut disertai dengan pelayanan yang baik. Dengan begitu, peluang untuk berhasil akan lebih terbuka meskipun banyak pesaing dari usaha sejenis. Dalam menjalankan pemasaran, cara praktis adalah mencari pesaing yang banyak. Persaingan akan membuat Anda banyak belajar dengan usaha sejenis. 

Selain itu, akan membuat usaha lebih efisien. Boleh dikatakan bahwa persaingan di sini adalah seperti olah raga bisnis.

Adanya persaingan tidak berarti Anda harus memutuskan hubungan baik dengan para pesaing. Justru persaingan adalah suatu fenomena yang sehat, karena akan memacu pengusaha untuk berbuat yang lebih baik dalam melayani pelanggan dan mengelola usahanya. Evaluasi persaingan adalah suatu keharusan dalam proses perencanaan.


Dalam beberapa jenis usaha, faktor lokasi yang strategis cukup menentukan keberhasilan. Prinsipnya, di mana banyak kemungkinan adanya calon pelanggan, di situ pulalah Anda bisa membuka usaha. Misalnya, jika rumah Anda berada di sekitar kompleks perumahan, mungkin Anda bisa membuka toko kelontong yang menjual kebutuhan sehari-hari seperti beras, gula, minyak dan lain sebagainya. Atau jika memungkinkan Anda pun bisa menyewa kios di pinggir jalan atau di pertokoan untuk menjual pernak-pernik souvenir, seperti gelas-gelas lucu atau jam dinding.

Tapi bisa jadi faktor lokasi di sini mungkin tidak jadi masalah jika hasil usaha Anda dapat disuplay ke perusahaan atau pabrik yang lain. Misalnya bagi Anda yang membuat industri rumah tangga untuk pembuatan busana muslim yang kemudian dijual ke suatu toko yang bersangkutan.

Sebetulnya, di mana pun lokasi usaha Anda, jika Anda sudah menetapkan produk yang akan dijual maka Anda harus bisa menentukan tiga hal utama pemasaran lainnya, yaitu harga, lokasi, dan promosi. Produk bermutu tanpa disertai promosi dan harga yang pas akan menyulitkan perkembangan usaha Anda. Pernah juga kita dibuat penasaran ketika menjumpai ada warung makan yang lokasinya jauh dari keramaian tapi kenapa tetap saja laris? Bukankah dalam hal seperti itu terbukti faktor lokasi tidak berperan penting? Setelah dilakukan survey di lapangan diketahui bahwa ternyata warung tersebut memiliki keunggulan lain, salah satunya adalah promosi dari mulut ke mulut berjalan sangat efektif.


Produk. Bermutu tanpa disertai promosi dan harga yang pas akan menyulitkan perkembangan usaha Anda.



Bagaimana Anda mendapatkan pembeli barang dagangan Anda? Atau bila itu usaha jasa, bagaimana cara Anda akan mendapatkan klien? Apakah Anda akan memulainya dengan mempromosikannya dari mulut ke mulut? Ataukah Anda akan membuat brosur dan menyebarkannya dari rumah ke rumah?

Dari semua kegiatan promosi yang ada, terkadang promosi dari mulut ke mulut adalah yang bisa dikatakan paling efektif, efisien, dan tanpa biaya. Efek dari promosi ini masih jauh lebih ampuh, karena biasanya ditambahi bumbu sana-sini. Tentu saja informasi usaha Anda akan terus berkembang pesat. Tapi yang perlu diingat adalah jangan sampai informasi tersebut berubah menjadi info yang negatif. Dan yang terpenting Anda sudah harus tahu terlebih dahulu tentang bagaimana cara Anda dalam mendapatkan pembeli atau klien dari usaha Anda. Rumusan yang paling sederhana adalah: "Bila tak ada pembeli, tak akan ada penjualan. Bila tak ada penjualan, artinya usaha Anda tidak cukup berhasil".

Di sini promosi merupakan sarana untuk memperkenalkan produk usaha kepada calon pelanggan. Banyak cara yang dapat dilakukan, yang penting dapat mengena sasaran calon pelanggan. Tinggal Anda memilih cara mana yang lebih efektif menurut Anda. Jangan lupa untuk menyiapkan kartu nama atau label pada produk agar mudah dihubungi orang. Setelah Anda berhasil menggaet pembeli, jadilah pembeli itu menjadi pelanggan setia Anda. Jangan kecewakan mereka yang sudah pernah membeli produk atau jasa Anda. Tanyakan respon mereka tentang produk Anda. Dengan mendengar keluhan atau masukan dari mereka, Anda pun mendapat kesempatan untuk melakukan perbaikan. Banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk membuat pembeli menjadi pelanggan tetap, seperti.
  • Membuat promosi bonus, misalnya beli 3 gratis 1.
  • Membuat paket keanggotaan dengan diskon khusus.
  • Membuat garansi dengan model yang jelas dan mudah dipahami konsumen, misalnya jika usaha Anda bergerak dalam bidang reparasi barang, Anda bisa memberikan masa garansi 3 bulan.

Rumusan yang paling sederhana adalah: "'Bila tak ada pembeli, tak akan ada penjualan. 'Bila tak.ada penjualan, artinya usaha Anda tidak cukup berhasil'.


Gaya Berwira Usaha

Gaya berwira usaha yang tepat adalah "jujur kepada semua pihak yang berurusan dengan bisnis yang kita jalani" dan "meraih keuntungan melalui kepuasan konsumen". Bisnis yang menghalalkan segala cara untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya hanya akan membuat perusahaan tersebut ditinggalkan konsumennya. Selain itu, perlakukanlah karyawan dengan baik, tapi apabila ternyata ada karyawan yang bertindak tidak jujur, maka Anda pun harus bertindak tegas.

Tenaga Kerja

Pada awal masa usaha sebaiknya jangan merekrut banyak tenaga kerja untuk menghindari biaya penggajiannya. Manfaatkan tenaga yang ada, mulai dari pasangan, anak, kerabat, sampai pembantu, supir dan tukang kebun. Kalau perlu cukup dengan 1-2 orang anggota keluarga. Perekrutan anggota keluarga ini juga dimaksudkan agar mereka dapat mempunyai rasa memiliki dan mendukung usaha tersebut. Tapi jika usaha telah berkembang, sebaiknya jangan segan-segan untuk merekrut tenaga kerja sesuai kebutuhan untuk membantu melayani pelanggan yang semakin banyak.

Perencanaan Keuangan

Banyak usaha yang gagal karena tidak mampu memiliki kecukupan modal. Oleh sebab itu penting sekali bagi Anda untuk memperhitungkan jumlah modal awal yang sebaiknya Anda miliki untuk bisa menjalankan usaha Anda. Alangkah baiknya jika modal tersebut bisa mencukupi untuk membayar defisit keuangan usaha sampai usaha tersebut mampu memberikan surplus keuangan.

Selain modal awal, yang harus Anda lakukan adalah membuat perkiraan arus kas selama 12 bulan ke depan. Perkiraan arus kas adalah perhitungan yang menggambarkan berapa perkiraan arus keluar masuk uang tunai dalam usaha Anda. Perhitungan itu bisa meliputi: 
  • Memperhitungkan jumlah modal awal( dari manakah kiranya modal usaha bisa didapatkan? Berapakah modal yang diperlukan? Memperhitungkan masalah keluar dan masuk keuangan (biaya produk, biaya operasional, dan biaya pendapatan)
  • Mempertimbangkan adanya kewajiban membayar pajak.

Kredit Bank

Jika ingin mengajukan kredit bank, strateginya adalah:
  • Kenali dulu produk kredit bank dan tingkat suku bunga
  • Persiapkan proposal usaha (business plan) yang dapat dinilai oleh bank
  • Kenali hal-hal yang diperlukan untuk menjadi debitur (peminjam uang) bank

Pada dasarnya ada tiga macam produk kredit bank, yaitu:
  • Kredit usaha
  • Kredit konsumsi
  • Kredit serba guna.

Di antara ketiga kredit tersebut yang paling tepat untuk usaha adalah kredit usaha. Kredit usaha ini adalah kredit yang digunakan untuk membiayai perputaran usaha atau bisnis yang produktif. Selain itu, Anda dapat juga menggunakan kredit serba guna. Salah satu produk yang ditawarkan adalah Kredit Tanpa Agunan (Jaminan). Anda hanya disyaratkan untuk memiliki jumlah penghasilan tertentu setiap bulannya dan menyerahkan sejumlah bukti yang dapat menunjukkan bahwa Anda memang benar berpenghasilan sebesar jumlah yang di isyaratkan.

Yang paling penting di sini adalah jangan mencampurkan penggunaan kredit untuk usaha dan untuk keperluan konsumsi keluarga. Selanjutnya kita perlu melakukan survey untuk membandingkan beberapa bank. Ada bank yang menawarkan suku bunga rendah namun persyaratannya ketat, atau sebaliknya.

Nah, mulai sekarang dari pada waktu Anda terbuang hanya untuk memikirkan karir yang tidak mengalami kenaikkan, lebih baik melihat-lihat sekeliling untuk mencari peluang usaha yang dapat membantu meningkatkan penghasilan keluarga. Bagaimana? Siapkah Anda mengambil kesempatan emas itu? Memang pembahasan ini tidak bisa dijadikan tolak ukur kesuksesan sebuah usaha. Tapi paling tidak, Anda semakin memiliki pandangan untuk lebih terbuka pada beragam jenis peluang usaha yang ada.

Ingat! Apa pun jenis usaha yang akan Anda pilih nantinya, harus selalu berawal dari kemauan jika tidak ada kemauan, Anda pun harus rela menerima keadaan Anda apa adanya. Sekarang mantapkan kemauan Anda dan galilah peluang usaha yang sesuai dengan hobi, ketrampilan atau keahlian Anda, apakah seperti yang ada di bawah ini? Silahkan, tangkap dulu peluang yang ada. Tapi, tentu saja, peluang usaha itu hanya bisa diraih, jika Anda jeli dan gigih. Ingat pepatah yang mengatakan: "Tidak ada usaha, tidak ada hasil".

Bila Anda tidak memberanikan diri untuk mencoba melakukan usaha rumahan atau pun usaha sampingan sekarang ini, mungkin besok atau kapan pun Anda tidak akan pernah berani. Karena segala sesuatu pasti ada tantangannya. Apalagi memulai suatu usaha, apa pun jenis usaha Anda. Jika Anda berhenti hanya karena takut gagal, atau karena berpikir akan menemui suatu halangan pada titik tertentu, itu adalah kesalahan. Oleh karena itu, sebaiknya jangan pernah ragu dalam setiap meraih peluang usaha yang ada di sekitar kita.

Jangan mencampurkan penggunaan Kredit untuk usaha dan untuk keperluan konsumsi keluarga
Melirik Peluang Untuk Mendapatkan Penghasilan Sampingan diluar Kerja Tetap, Buka Usaha Sendiri

0 Response to " Melirik Peluang Untuk Mendapatkan Penghasilan Sampingan diluar Kerja Tetap, Buka Usaha Sendiri "