aktif, anda, badan, bahan, bergairah, bisnis, bogor, bos, catering, cucian, dalam, dan, dasar, deng

aktif, anda, badan, bahan, bergairah, bisnis, bogor, bos, catering, cucian, dalam, dan, dasar, deng
Pulsa Aktif, Kiat Sukses Bisnis

Mengetahui Perbedaan Antara Risiko dan Berisiko

Pada artikel sebelumnya telah di uraikan tentang langkah kedua dari 7 Langkah Cara Menemukan Jalur Cepat Keuangan Anda yaitu Mengendalikan Cash Flow. sekarang memasuki Langkah ke 3 dengan Mengetahui Perbedaan Antara Risiko dan Berisiko.  

Kita sering mendengar orang berkata, "Investasi Berisiko." Admin tidak sependapat dengan kata-kata tersebut yang tepatnya adalah, "Buta Finansial Berisiko."

Bagaimana Pengelolaan Cash Flow Yang Baik ?

Pengelolaan cash flow yang baik di mulai dengan mengetahui perbedaan antara sebuah aset dan liabilitas dan bukan definisi yang diberikan bankir Anda.
Coba perhatikan diagram di bawah yang menggambarkan seseorang yang berusia 45 tahun yang telah mengelola cash flow-nya dengan baik.

Perbedaan Antara Risiko dan Berisiko
Disini kita akan menggunakan contoh 45 tahun karena usia ini merupakan pertengahan antara 25, ketika kebanyakan orang mulai bekerja, dan 65, usia dimana sebagian besar orang berniat pensiun. Ketika mencapai usia 45, jika mereka sudah mengelola cash flow dengan baik, kolom aset mereka akan lebih panjang daripada kolom liabilitas.
Inilah gambaran finansial orang-orang yang berani mengambil risiko, tapi tidak berisiko.

Mereka juga merupakan kelompok atas yang merupakan 10 persen dari keseluruhan populasi. Tapi jika berbuat seperti 90 persen populasi yang lain, yaitu keliru mengelola cash flow mereka dan tidak mengetahui perbedaan antara aset dan liabilitas, maka gambaran finansial mereka akan terlihat seperti diagram ini pada usia 45 :
Perbedaan Antara Risiko dan Berisiko

Ini adalah orang-orang yang paling sering mengatakan, "Investasi Berisiko." Bagi mereka, pernyataan itu benar tapi bukan karena investasi berisiko. Yang berisiko adalah tidak adanya pendidikan dan pengetahuan finansial yang mereka miliki.

MELEK FINANSIAL
Melek finansial tidak hanya berarti melihat angka dengan mata, tapi ini juga berarti bahwa pikiran Anda yang terlatihlah yang mengatakan ke arah mana uang Anda mengalir. Seperti yang sering dikatakan oleh Ayah Kaya, "Yang terpenting adalah arah cash flow."
Jadi, sebuah rumah menjadi aset atau liabilitas tergantung pada arah cash flow. Kalau uang mengalir ke dalam saku Anda, maka rumah adalah aset, dan kalau mengalir ke luar saku Anda, maka rumah adalah liabilitas.
KECERDASAN FINANSIAL
Ayah Kaya mempunyai banyak pengertian dan definisi untuk "kecerdasan finansial," seperti misalnya "kemampuan mengubah uang kontan atau kerja menjadi aset yang memberikan cash flow."
Tapi salah satu definisi yang paling disukai adalah, "Siapa yang lebih pandai? Kau atau uangmu?" Bagi Ayah Kaya, menghabiskan hidup dengan bekerja keras membanting tulang mencari uang hanya untuk menghabiskannya dalam sekejap bukanlah tanda kecerdasan yang tinggi. Anda mungkin perlu melihat lagi pola cash flow orang miskin, orang kelas menengah, dan orang kaya. Ingatlah bahwa seseorang yang kaya memusatkan upayanya dalam peroleh aset, bukan dengan bekerja lebih keras.
Karena tidak adanya kecerdasan finansial, banyak orang berpendidikan menempatkan diri mereka sendiri dalam posisi yang mempunyai risiko finansial tinggi. Ayah Kaya menyebutnya "Garis Merah Finansial," yang berarti jumlah pemasukan dan pengeluaran nyaris sama setiap bulan. Mereka adalah orang-orang yang sekuat tenaga mempertahankan keamanan pekerjaan, yang tidak bisa berubah ketika perekonomian berubah, dan yang sering menghancurkan kesehatan mereka dengan stres serta rasa cemas. Dan seringnya merka juga merupakan orang-orang yang mengatakan : "Bisnis dan investasi berisiko."

Menurut pendapat saya, bisnis dan investasi tidak berisiko. Yang berisiko adalah tidak mempunyai pengetahuan. Seperti juga memperoleh informasi yang salah adalah berisiko dan mengandalkan "pekerjaan yang aman dan menjamin" adalah risiko terbesar yang bisa diambil siapapun. Membeli aset tidak berisiko. Yang berisiko adalah membeli liabilitas yang dinyatakan sebagai aset. Mengurus bisnis Anda Sendiri tidak berisiko. Yang berisiko adalah membeli liabilitas yang dinyatakan sebagai aset. Mengurus bisnis Anda sendiri tidak berisiko. Yang berisiko adalah mengurus bisnis orang lain dan lebih dulu membayar mereka sebelum diri Anda sendiri.

Jadi, Langka 3 adalah mengetahui perbedaan antara risiko dan berisiko. 
TINDAKAN
1. Definisikan risiko dengan kata-kata Anda sendiri.
  • Apakah mengandalkan slip gaji berisiko bagi Anda?
  • Apakah mempunyai utang yang harus dibayar setiap bulan berisiko bagi Anda?
  • Apakah memiliki aset yang menghasilkan cash flow ke dalam saku Anda setiap bulan berisiko bagi Anda?
  • Apakah menggunakan waktu untuk mempelajari pengetahuan finansial berisiko bagi Anda?
  • Apakah menggunakan waktu untuk mempelajari berbagai jenis investasi berisiko bagi Anda?
2. Gunakan 5 jam dari waktu Anda setiap minggu untuk melakukan salah satu dari hal - hal berikut :
  •  Membaca halaman bisnis koran Anda dan Wal Street Journal.
  • Mendengarkan berita finansial di TV atau Radio.
  • Mendengarkan kaset pelajaran tentang investasi dan dunia finansial.
  • Membaca majalah serta buletin finansial.
  • Memainkan Cashflow.
 Demikian Langkah Ketiga dari 7 Langkah Cara Menemukan Jalur Cepat Keuangan Anda selanjutnya akan memasuki Langkah Ke Empat yaitu Tentukan Anda Mau Menjadi Investor Tipe Apa.
Mengetahui Perbedaan Antara Risiko dan Berisiko

0 Response to " Mengetahui Perbedaan Antara Risiko dan Berisiko "