aktif, anda, badan, bahan, bergairah, bisnis, bogor, bos, catering, cucian, dalam, dan, dasar, deng

aktif, anda, badan, bahan, bergairah, bisnis, bogor, bos, catering, cucian, dalam, dan, dasar, deng
Pulsa Aktif, Kiat Sukses Bisnis

Mencari Pembimbing Finansial Yang Tepat

Setelah belajar Langkah Ke 4 dari 7 Langkah Cara Menemukan Jalur Cepat Keuangan Anda Tentang Rahasia Mengatasi Masalah Keuangan atau Finansial. Kini memasuki langkah ke 5 yatiu Cari Pembimbing.

Siapa yang memandu Anda ke tempat-tempat yang belum pernah Anda kunjungi? Pembimbing adalah seseorang yang memberi tahu Anda apa yang penting dan apa yang tidak penting.

PEMBIMBING MEMBERI TAHU KITA APA YANG PENTING 

Berikut adalah catatan nilai dari permainan pendidikan dari saya  (Robert T. Kiyosaki), CASH-FLOW. Catatan ini diciptakan untuk menjadi pembimbing, karena catatan ini bisa melatih orang untuk berpikir seperti Ayah Kaya dan menunjukkan apa yang menurutnya secara finansial penting.

Catatan Keuangan
Ayah saya yang berpendidikkan tinggi tapi miskin menganggap pekerjaan bergaji tinggi dan membeli rumah impiannya adalah dua hal yang penting. Ia juga berpendapat orang harus lebih dulu membayar tagihan mereka dan hidup di bawah kemampuan.
Ayah saya yang berpendidikkan tinggi tapi miskin menganggap pekerjaan bergaji tinggi dan membeli rumah impiannya adalah dua hal yang penting. Ia juga berpendapat orang harus lebih dulu membayar tagihan mereka dan hidup di bawah kemampuan.
Ayah Kaya mengajari saya (Robert T. Kiyosaki) untuk memusatkan perhatian pada pemasukan pasif dan menggunakan waktu untuk memperoleh aset yang memberikan pemasukan pasif atau pemasukan residual jangka panjang. Ia tidak setuju orang hidup di bawah kemampuan mereka. Kepada putranya dan saya, ia sering berkata, "Daripada hidup di bawah kemam¬puan kalian, pusatkan perhatian pada upaya untuk menaikkan kemam¬puan kalian.”

Supaya kami bisa melakukan hal itu, ia menganjurkan kami memusatkan perhatian pada upaya membangun kolom aset dan meningkatkan pemasukan pasif dari capital gain, dividen, pemasukan residual dari bisnis, pemasukan sewa dari real estate, dan royalti.

Kedua Ayah menjadi pembimbing yang kuat ketika saya beranjak dewasa. Walau kenyataannya saya memilih mengikuti saran finansial Ayah Kaya, hal itu tidak mengurangi pengaruh Ayah Miskin pada diri saya. Saya takkan bisa menjadi diri saya yang sekarang tanpa pengaruh kuat dari kedua orang ini.


TOKOH PANUTAN TERBALIK

Seperti halnya pembimbing yang merupakan tokoh panutan yang baik, ada juga orang yang merupakan tokoh panutan terbalik. Dalam banyak hal kita mempunyai keduanya. Sebagai contoh, saya mempunyai seorang teman yang secara pri-badi telah menghasilkan lebih dari $800 juta dalam hidupnya. Saat ini ketika saya sedang menulis buku ini, ia secara pribadi bangkrut. Saya mempunyai banyak teman lain yang bertanya mengapa saya masih mau menghabiskan waktu dengannya. Jawaban pertanyaan itu adalah karena ia seorang tokoh panutan yang baik dan sekaligus tokoh panutan terbalik. Saya bisa belajar dari kedua tokoh panutan itu. 

TOKOH PANUTAN SPIRITUAL

Kedua ayah saya spiritual, tapi kalau menyangkut uang dan spiritualitas, mereka mempunyai pandangan yang berbeda. Sebagai contoh, mereka menafsirkan pepatah "kecintaan pada uang adalah akar semua kejahatan” secara berbeda.
Bagi Ayah Miskin hasrat untuk memiliki lebih banyak uang atau untuk memperbaiki posisi finansial adalah salah. Di pihak lain, Ayah Kaya menaisirkan pepatah ini dengan sangat berbeda. Baginya godaan, keserakahan, dan kebodohan finansial adalah salah. Dengan kata lain, Ayah Kaya tidak berpendapat bahwa uang, tanpa dipengaruhi variabel apa pun, adalah sesuatu yang jahat. Namun ia berpendapat bekerja seumur hidup sebagai budak uang adalah sesuatu yang jahat dan demikian juga halnya dengan menjadi budak finansial utang pribadi. Ayah Kaya pandai menggunakan penafsiran religius untuk menyam¬paikan pelajaran finansialnya, dan saya ingin membagi salah satu pelajaran itu dengan Anda sekarang.

KEKUATAN GODAAN

Ayah Kaya percaya bahwa orang yang bekerja keras, selalu terlibat utang, dan hidup di bawah kemampuan mereka, adalah tokoh panut¬an jelek bagi anak-anak mereka. Bukan saja di matanya mereka adalah tokoh panutan jelek, tapi ia juga berpendapat bahwa mereka yang ter¬libat utang adalah orang yang terperosok ke dalam godaan dan kese¬rakahan. Ia sering menggambar diagram berikut dan berkata: ”Dan jangan masukkan kami ke dalam godaan,” sambil menunjuk ke kolom liabili- tas:
Ayah Kaya yakin bahwa banyak masalah finansial bersumber dari hasrat untuk memiliki hal-hal yang tidak berharga. Ketika kartu kredit muncul, ia meramalkan bahwa jutaan orang akan berutang dan bahwa utang itu akhirnya akan mengendalikan hidup mereka. Kita melihat orang mempunyai utang pribadi .yang sangat besar untuk rumah, perabot, pakaian,‘paket liburan, dan mobil, karena mereka tidak bisa mengendalikan emosi manusia yang disebut ’’godaan.” Sekarang orang bekerja semakin keras, membeli hal-hal yang menurut mereka aset, tapi kebiasaan mengeluarkan uang mereka takkan pernah memungkinkan mereka untuk mendapat aset yang sebenarnya. Ayah Kaya lalu menunjuk ke kolom aset berikut: dan berkata: ”Tapi bebaskanlah kami dari yang jahat.”
Yang merupakan cara Ayah Kaya mengatakan bahwa penundaan hasil (tanda kecerdasan emosional), mengurus bisnis sendiri, dan terlebih dulu membangun kolom aset akan membantu Anda terhindar dari kemerosotan jiwa manusia yang disebabkan oleh godaan, kurangnya pendidikan finansial, dan pengaruh tokoh panutan finansial yang buruk. Bagi Anda yang sedang mencari jalur cepat Anda sendiri, saya hanya bisa memperingatkan Anda supaya berhati-hati terhadap orang yang berada di sekitar Anda setiap hari. Bertanyalah pada diri sendiri: Apakah mereka tokoh panutan yang bagus? Kalau jawabannya tidak, maka saya anjurkan Anda berupaya melewatkan lebih banyak waktu bersama orang-orang yang sedang menuju ke arah yang sama dengan Anda. Kalau tidak bisa melakukannya selama jam kerja, Anda bisa bertemu mereka di klub investasi, kelompok pemasaran jaringan, dan asosiasi bisnis yang lain.

CARI ORANG YANG SUDAH BERHASIL MELAKUKANNYA

Pilihlah pembimbing Anda dengan hati-hati. Cermatlah dalam memi¬lih orang yang sarannya Anda dengarkan. Kalau Anda ingin mencapai suatu tempat, lebih baik mencari seseorang yang sudah berada di sana. Sebagai contoh, kalau memutuskan akan mendaki Mount Everest tahun depan, Anda pasti akan mencari saran dari seseorang yang su-dah pernah mendaki gunung itu. Namun, kalau menyangkut mendaki gunung finansial, kebanyakan orang meminta saran dari mereka yang juga secara pribadi terjebak dalam rawa finansial. Kesulitan dalam mencari pembimbing yang merupakan ”B” dan ”1” adalah: sebagian besar orang yang memberikan saran tentang ke-dua kuadran ini, dan tentang uang, adalah mereka yang sebenarnya berasal dari sisi "E” dan ”S” Quadrant. Ayah Kaya menganjurkan saya supaya selalu mempunyai pelatih atau pembimbing. Ia tak hentinya mengatakan, "Profesional mempu-nyai pelatih. Amatir tidak.” Sebagai contoh, saya bermain golf dan mengikuti kursus golf, tapi saya tidak mempunyai pelatih penuh, waktu. Mungkin ini sebabnya saya membayar untuk bermain golf bukannya dibayar untuk bermain. Namun kalau menyangkut permainan bisnis dan investasi, saya mem¬punyai pelatih, beberapa orang. Mengapa saya mempunyai pelatih? Saya mempunyai pelatih karena saya dibayar untuk melakukan permainan itu. Jadi, pilihlah pembimbing Anda dengan bijaksana. Ini salah satu hal terpenting yang bisa Anda lakukan.

BERTINDAK
1) Mencari Pembimbing—Carilah orang di dunia investasi dan bisnis yang bisa bertindak sebagai pembimbing Anda.
a) Carilah tokoh panutan. Belajarlah dari mereka. 
b) Carilah tokoh panutan terbalik. Belajarlah dari mereka. 

2) DENGAN SIAPA ANDA MELEWATKAN WAKTU ADALAH MASA DEPAN ANDA 

a) Tulislah nama enam orang yang paling sering melewatkan waktu bersama Anda. Semua anak Anda terhitung sebagai satu orang. Ingat patokannya adalah dengan siapa Anda paling sering melewatkan waktu, bukan jenis hubungan Anda. 

(JANGAN MEMBACA LEBIH LANJUT SEBELUM ANDA MENULISKAN KEENAM NAMA ITU.)
Sekitar lima belas tahun lalu saya mengikuti sebuah seminar di mana instrukturnya meminta kami melakukan hal serupa. Saya menuliskan keenam nama itu dalam daftar saya. Ia lalu menyuruh kami melihat nama-nama yang sudah kami tuliskan dan mengumumkan, ’’Kalian sedang menatap masa depan kalian. Keenam orang yang paling sering melewatkan waktu bersama kalian adalah masa depan kalian.” Keenam orang yang paling sering ada bersama Anda mungkin tidak selalu teman Anda. Bagi sebagian dari Anda, mereka mungkin rekan kerja, pasangan hidup dan anak-anak, atau anggota gereja dan anggota kelompok sosial Anda. Daftar nama saya terdiri atas rekan kerja, kenalan bisnis, dan pemain rugbi. Daftar itu cukup menelanjangi begitu saya mulai melihat ke bawah permukaannya. Saya memperoleh penge¬tahuan tentang diri saya yang saya sukai dan, bahkan lebih banyak, yang tidak saya sukai.

Sang instruktur menyuruh kami berkeliling ruangan dan bertemu orang lain untuk membicarakan daftar kami. Sesaat kemudian, makna latihan itu mulai mengendap semakin dalam. Semakin sering saya membahas daftar itu dengan orang lain, dan semakin banyak saya mendengarkan mereka, semakin saya menyadari bahwa saya perlu melakukan beberapa perubahan. Latihan ini tidak berkaitan dengan nama orang-orang dalam daftar saya. Tapi latihan ini sangat erat kaitannya dengan tujuan yang ingin saya capai dan dengan apa yang saya lakukan dengan hidup saya.

Lima belas tahun kemudian, orang-orang yang paling sering menghabiskan waktu bersama saya sudah tidak sama dengan yang dulu. Kecuali satu orang. Kelima orang lain dalam daftar saya yang dulu masih merupakan teman baik saya, tapi kami jarang saling bertemu. Mereka orang-orang yang menyenangkan dan mereka bahagia dengan hidup mereka. Perubahan saya hanya melibatkan diri saya. Saya ingin mengubah masa depan saya. Supaya berhasil melakukannya, saya harus mengubah cara berpikir saya, dan sebagai akibatnya, juga mengubah orang-orang yang sering menghabiskan waktu bersama saya.

b) Sekarang setelah Anda mempunyai daftar enam orang itu, langkah berikutnya adalah:

Di belakang masing-masing nama tulis kuadran tempat mereka beroperasi. Apakah mereka seorang ”E, S, B, atau I”? Ingat: kuadran mencerminkan cara seseorang memperoleh sebagian besar penghasilan mereka. Kalau mereka menganggur atau pensiun, tulis kuadran tempat mereka dulu memperoleh penghasilan. Kosongkan ruang di belakang anak-anak dan pelajar. Catatan: Satu orang bisa mempunyai lebih dari satu kuadran. Sebagai contoh, di sebelah nama istri saya, Kim, akan tertulis ”B” dan ”1” karena ia memperoleh 50% penghasilannya dari masing-masing kuadran. Jadi, dalam daftar saya, nama Kim akan menempati posisi teratas karena ia dan saya menghabiskan hampir semua waktu kami bersama-sama. 

c) Langkah berikutnya adalah menuliskan tingkat masing- masing orang sebagai investor. Silakan mengacu ke bab 5 dan topik mengenai ke 7 Tingkat Investor. Kim adalah seorang investor Tingkat 6. Kalau Anda tidak mengetahui tingkat investor seseorang, berusahalah sebaik mungkin memperkirakannya. Jadi, sebuah nama akan dilengkapi dengan data tentang kuadran dan tingkat investor.

BEBERAPA ORANG MARAH 

Saya telah mendapat berbagai masukan dari orang-orang yang me¬lakukan latihan ini. Beberapa di antara mereka menjadi sangat marah. Saya pernah mendengar, Kau sangat kurang ajar menyuruh aku menggolongkan orang-orang di sekelilingku." Jadi, kalau latihan ini menimbulkan perasaan tidak suka, saya minta maaf. Latihan ini tidak bermak- sud untuk membuat kesal siapa pun. Latihan ini hanya bertujuan mem¬buat kita bisa lebih jelas melihat hidup kita masing-masing. Bagi beberapa orang, tujuan ini tercapai, tapi tidak bagi semua orang. Ketika melakukan latihan ini 15 tahun lalu, saya menyadari bahwa saya selalu cari aman dan bersembunyi. Saya tidak bahagia dengan posisi saya waktu itu, dan saya memakai alasan orang-orang yang bekerja dengan saya sebagai penyebab kemacetan hidup saya. Khususnya ada dua orang yang paling sering saya ajak berdebat.
Saya menyalahkan mereka sebagai penghambat perusahaan kami. P.utinitas sehari-hari saya adalah mencari kesalahan mereka, menunjukkan kesalahan itu kepada mereka, dan kemudian menyalahkan mereka atas masalah- masalah yang kami alami sebagai sebuah organisasi. Setelah menyelesaikan latihan ini, saya sadar bahwa kedua orang yang selalu berbeda pendapat dengan saya itu sudah puas dengan posisi mereka. Sayalah yang ingin berubah. Jadi, bukannya mengubah diri sendiri, saya malah mendesak mereka untuk berubah. Setelah me¬lakukan latihan ini, saya menyadari bahwa saya telah memproyeksikan harapan pribadi saya kepada orang lain. Saya ingin mereka melakukan apa yang tidak ingin saya lakukan. Saya juga berpikir bahwa mereka seharusnya menginginkan dan memiliki apa yang saya inginkan dan miliki. Itu bukan hubungan yang sehat. Begitu menyadari apa yang terjadi, saya bisa mengambil langkah-langkah untuk mengubah diri sendiri.

d) Lihatlah CASHFLOW Quadrant di bawah dan letakkan inisial orang-orang yang menghabiskan waktu bersama Anda di kuadran yang sesuai.

Lalu letakkan inisial Anda dalam kuadran di mana Anda berada sekarang. Kemudian letakkan inisal Anda dalam kuadran yang Anda inginkan sebagai tempat Anda beroperasi di masa depan. Kalau inisial Anda dan sebagian besar inisial orang-orang dalam daftar Anda berada di kuadran yang sama, maka kemungkinan besar Anda orang yang bahagia. Anda dikelilingi orang-orang yang mempunyai cara berpikir serupa. Kalau mereka tidak sependapat dengan And, mungkin sebaiknya mempertimbangkan untuk melakukan beberapa perubahan dalam hidup Anda

Artikel Berikutnya adalah Langkah Ke 6 Yaitu Jadikan Kekecewaan Kekuatan Anda.
Mencari Pembimbing Finansial Yang Tepat

0 Response to " Mencari Pembimbing Finansial Yang Tepat "